Peluang Bisnis Tiket Pesawat
Binaga Tours & Travel Segera Menyelenggarakan Keberangkatan Ibadah Umroh anda, hanya dengan Rp. 18 juta anda bisa umroh bersama kami selama 11 hari di Mekkah dan Madinah

Kami menjual tiket pesawat terbang dengan harga promo & murah

Terima Kasih karena Anda telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke website kami ini Binaga Tour & Travel .
Buat seluruh pelanggan Binaga Tour & Travel yang telah setia dan mempercayai kami selama ini, kami akan meningkatkan Mutu Pelayanan demi menjaga kepercayaan seluruh pelanggan kami, dan kami juga akan terus meng-update berita pesawat setiap harinya untuk anda

Kami juga membuka kesempatan bagi rekan rekan semuanya yang berjiwa bisnis untuk bergabung bersama kami dalam menjalankan bisnis ini. Jika anda tertarik dan serius untuk mendapatkan penghasilan yang tidak terjangkau, Silahkan klik disini

Saat ini Anda dapat melakukan pemesanan tiket pesawat kepada kami melalui:

Reservasi tiket secara online Cek Tiket Online disini


bisa lewat SMS/telepon

08127015790


Yahoo Messenger : ymsgfinancebtm_cars

email :

ruly.abdillah@gmail.com


dengan menyebutkan Nama Penumpang, Rute Pesawat dan Tanggal keberangkatan



- Pembayaran bisa lewat transfer via ATM, internet banking atau mobile banking
- Dapatkan harga tiket pesawat yang lebih murah dari harga di website maskapai
- E-tiket bisa dikirim lewat email


- Silahkan Lakukan Pembayaran Ke Rekening Dibawah Ini
BCA Cabang Nagoya - Batam

No Rekening :

3403431059


Bank Mandiri Cabang Batam Industrial Park
No Rekening :

1090009967308


Bank BNI Cabang Sei Panas - Batam
No Rekening : 0214822882
Bank Syariah Mandiri - Batam
No Rekening : 0387116703
Atas Nama : Ruly Abdillah

Jika ada yg ingin di tanyakan Hubungi Kami melalui nomor di bawah ini :

Binaga Tours & Travel (Ibu Alda)


Griya Batuaji Asri Tahap 1 Blok X No. 19 - Batam

08127015790


085264824843

Email : ruly.abdillah@gmail.com


JAM KERJA PUKUL 08.00 - 21.00 WIB

Wisata di Vietnam, Penjual Makanan vs Pekerja Seks

Diposkan oleh Ruly Abdillah Ginting on Saturday, December 22, 2012



Wisata di Vietnam, Penjual Makanan vs Pekerja Seks
img 
Bisnis Tiket Pesawat Online - Ho Chi Minh - Memasuki Kota Ho Chi Minh, wisatawan tidak akan percaya jika kota ini berada di negara sosialis Vietnam. Ho CHi Minh ramai dengan hiruk pikuk. Wisatawan bertemu mulai dari pedagang makanan sampai pekerja seks berkedok pijat.

Gaya hidup di Ho Chi Minh bebas-bebas saja. Gaya sosialias tersisa di mata wisatawan berupa ribuan gambar Ho Chi Minh, bendera negara Vietnam atau lambang partai komunis Vietnam yang tersebar di setiap sudut kota.

Saat kita berdiri di tepi jalan, khususnya di sekitar hotel atau penginapan, kita pun disodori beragam jasa pelayanan seks. Jasa ini berkedok pelayanan pijat. Pantauan detikTravel di kawasan ini, mereka tampak mejeng di sejumlah salon yang hampir ditemukan di setiap jalan. Sementara para turis, menikmati kopi, bir, atau minuman keras lainnya di sejumlah cafe.

Para turis ini tentu saja menjadi sasaran guide pelayanan seks. Jika kita tertarik, si guide pun langsung menjelaskan jasa dapat berupa pelayanan seks. Harganya pun yang semula 300 ribu Dong atau Rp 150 ribu, naik menjadi 800 ribu-1 juta Dong atau Rp 400-500 ribu per jam.

Lokasi pelayanan ini dapat diberikan di kamar yang berada di salon, atau langsung dibawa ke hotel atau penginapan.
Para guide seks ini pun cukup beragam. Mulai dari lelaki dan perempuan tua yang nongkrong di pinggir jalan, remaja putri naik sepeda menawarkan jasa tersebut, hingga si pelayan seks sendiri yang keliling naik sepeda motor.

Bahkan, ada guide yang sepanjang hari nongkrong di sudut jalan buat menawarkan para turis yang lewat. Guide ini umumnya perempuan muda dengan kemampuan Bahasa Inggris seadanya.

"Menjadi pekerja seks merupakan cara yang cepat menjadi kaya. Penghasilan Rp 400 ribu semalam, sudah dari cukup buat hidup. Tidak heran, para pekerja seks di sini memiliki sebuah sepeda motor yang di sini merupakan barang mewah," kata seorang warga Vietnam kepada detikTravel, Jumat (21/12/2012).

Di sisi lain, di antara keglamoran tersebut, sejumlah rakyat Vietnam yang miskin, menggunakan pakaian tradisional, naik sepeda atau berjalan kaki, keliling menawarkan sejumlah produk kerajinan atau makanan tradisional, kepada para turis. Berbeda dengan para pelayan seks, mereka ini cukup memburu seribu-dua ribu Dong, yang didapatkan dari menjual sebuah topi, kipas, gantungan kunci, atau selembar asinan cumi-cumi.

Sementara itu, mal dan pasar modern lainnya dipenuhi pendatang seperti dari Hongkong, Thailand dan Malaysia. Mereka membuka berbagai toko yang menjual pakaian dan elektronik yang selalu ramai dikunjungi para turis.

"Masyarakat kami kebanyakan yang menjadi pelayan toko, tukang parkir, atau pegawai pemerintah yang menjaga keberadaan pertokoan tersebut," kata warga Vietnam tersebut.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment


Followers