Home » All posts
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting on Thursday, February 7, 2013
Pramugari ini Dipecat karena Berpose Tidak Sopan di dalam Pesawat
Foto di atas pramugarinya, sebelumnya dia adalah pramugari salah saru
maskapai penerbangan di rusia "Aeroflot" . Doi dipecat karena
mempublikasikan fotonya yang sedang mengarahkan jari tengah ke
penumpang.
 |
| Ini foto yang di posting sehingga pramugari ini dipecat |
Padahal fotonya cuma satu, dan itupun hanya di posting di akun facebook
miliknya. Entah kenapa maskapai ini tanpa kasihan langsung memecat
pramugari ini.
Ini foto-foto lain pramugari ini
Wew..gimana ya, kalau menurut aku sih masih wajar aja dengan foto "jari
tengah", tapi mungkin pihak maskapainya punya pertimbangan lain kali ya.
Baca Selengkapnya → Pramugari ini Dipecat karena Berpose Tidak Sopan di dalam Pesawat
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
5 Suvenir Unik Dari Indonesia
Jakarta - Apalah rasanya traveling tanpa membawa oleh-oleh dari
lokasi liburan. Biasanya, suvenir yang unik akan lebih dipilih turis,
seperti 5 buah tangan unik dari Indonesia ini.
Dikumpulkan detikTravel, Kamis (7/2/2013) inilah 5 suvenir unik dari Indonesia yang mungkin jarang ditemui di tempat lain:
1. Koteka
Suvenir
unik pertama dari Indonesia adalah Koteka. Ini adalah pakaian khas pria
di Papua. Yang membuat koteka ini tampak unik adalah bentuknya kerucut
kecil panjang. Biasanya, koteka digunakan pria Papua untuk menutup alat
kelaminnya.
Koteka terbuat dari tanaman sejenis dengan labu khas
Papua. Kemudian, oleh penduduk setempat labu ini diambil bagian dalamnya
dan dikeringkan.
Saat ini, koteka tak hanya dijadikan sebagai
pakaian pria, tapi juga suvenir khas Papua. Salah satu kawasan yang bisa
turis kunjungi untuk mendapatkan oleh-oleh ini ada di Jayapura,
tepatnya Jl Ahmadi, Jayapura.
Datang ke sana, Anda akan disambut
dengan jejeran toko yang menjual aneka suvenir, termasuk koteka. Koteka
yang dijual pun beragam bentuk, ukuran dan motif. Biasanya, koteka yang
dijual berupa gantungan atau pajangan meja.
Harganya pun beragam,
tergantung ukuran. Untuk ukuran kecil atau panjang sekitar 20 cm dijual
dengan harga Rp 20.000. Namun, kalau ingin memiliki koteka sang kepala
suku, atau yang paling besar, Anda harus merogoh kocek agak dalam,
karena harga jualnya bisa mencapai Rp 300.000.
2. Sertifikat Nol Kilometer
Suvenir
unik lain yang bisa Anda dapat adalah sertifikat. Eits, ini bukan
sertifikat biasa, tapi sertifikat yang hanya bisa didapat kalau Anda
datang ke Tugu Nol Kilometer di Sabang, Aceh. Oleh karena itu, suvenir
ini diberi nama Sertifikat Nol Kilometer.
Tugu Nol Kilometer
adalah sebuah menara yang menjadikan patokan nol kilometer Indonesia.
Tugu ini berada di pulau terbarat Indonesia, yaitu Pulau Weh, tepatnya
di Kota Sabang, dan menjadi destinasi wajib setiap traveler yang datang
ke Sabang.
Asyiknya, traveler yang datang ke sana tak hanya bisa
mengabadikan momen lewat jepretan kamera. Wisatawan juga mendapat
kenang-kenangan berupa sertifikat.
Untuk mendapatkan sertifikat
ini, Anda harus mendaftarkan diri dulu di kantor Dinas Pariwisata di
kawasan Tugu Nol Kilometer. Kemudian, barulah dinas pariwisata
memberikan sertifikat bertuliskan nama Anda. Tak lupa, tercantum pula
keterangan yang menjelaskan kalau Anda telah berkunjung ke titik paling
barat di Indonesia ini.
3. Angklung
Nah,
ini dia oleh-oleh khas dari Jawa Barat, yaitu angklung. Angklung adalah
alat musik Jabar yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan
benda tak wujud.
Angklung pun jadi oleh-oleh wajib jika Anda
traveling ke tanah Sunda. Alat musik ini dijual di banyak pasar atau
toko suvenir yang tersebar di Bandung dan sekitarnya. Mulai dari
angklung yang benar-benar untuk alat musik, hingga gantungan kunci
angklung tersedia di sana.
Namun, jika Anda ingin mendengarkan
keindahan alunan musik angklung, datang saja ke Saung Angklung Mang Udjo
di Padasuka, Bandung. Di sana, wisatawan bisa menonton banyak seniman
yang bermain angklung. Tak hanya itu, traveler juga bisa ikut belajar
bagaimana bermain alat musik ini.
4. Wayang Kulit
Kalau
biasanya Anda membeli batik sebagai oleh-oleh dari Yogyakarta, kini
saatnya mengganti suvenir. Wayang kulit yang juga merupakan kerajinan
khas Yogyakarta ini bisa jadi oleh-oleh unik pengganti batik.
Sesuai
namanya, wayang ini terbuat dari kulit. Biasanya kulit yang digunakan
adalah kulit kambing atau kerbau. Kemudian, rambut yang menempel
dihilangkan dan kulit pun dikeringkan. Barulah setelah itu kulit
dibentuk jadi tokoh-tokoh pewayangan.
Jika ingin membawa wayang
kulit sebagai oleh-oleh, traveler bisa mendapatkannya di berbagai pasar
yang tersebar di Yogyakarta. Salah satunya adalah Pasar Beringharjo.
Mulai dari wayang yang digunakan untuk pertunjukkan, hingga gantungan
kunci wayang kulit tersedia di sini.
Namun, kalau Anda ingin
berkunjung langsung ke sentra pembuatan wayang kulit, datang saja ke
Desa Wisata Gendeng. Desa berada di selatan Yogyakarta. Anda pun bisa
belajar langsung bagaimana caranya membuat wayang.
5. Batik Kayu
Batik
saat ini sudah diakui UNESCO sebagai warisan khas Indonesia. Ada
berbagai macam jenis batik, mulai dari kain batik hingga kayu batik.
Yang disebut terakhir adalah yang paling unik.
Kalau batik yang
biasa Anda lihat dan beli ditulis di atas selembar kain, yang ini
berbeda. Motif batik ditulis sempurna di atas kayu. Salah satu tempat
untuk berburu batik kayu adalah Desa Krebet di Yogyakarta.
Sudah
lama desa ini dikenal sebagai desa penghasil berbagai produk kerajinan
batik kayu. Mulai dari topeng, tempat perhiasan, gelang, hingga berbagai
jenis patung lain ada. Wisatawan yang ke sana pun bisa ikut belajar
bagaimana membatik di atas kayu. Harganya pun berkisar, mulai dari Rp 20
ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Selain Desa Krebet, destinasi
lain yang juga memiliki oleh-oleh batik kayu adalah Ujungkulon di
Banten. Kawasan ini memiliki suvenir berupa patung dan gatungan kunci
badak kayu batik. Asyiknya, pembuatan suvenir ini menggunakan limbah
kayu lamin yang sudah tak terpakai. Jadi tidak ada pohon yang ditebang
sia-sia untuk pembuatan suvenir ini. Konservasi sekali!
Soal
harga tergantung jenis kayu dan ukuran patung. Patung badak yang terbuat
dari kayu lamin, dengan berukuran 15 cm dijual dengan harga Rp 45.000.
Sedangkan, patung badak kecil dengan ukuran 5 cm dijual dengan harga Rp
15.000.
Baca Selengkapnya → 5 Suvenir Unik Dari Indonesia
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
Hotel di Bukittinggi Bertambah Gara-gara Balap Sepeda
Jakarta - Ajang balap sepeda taraf internasional, Tour de
Singkarak, memberikan dampak positif bagi wisata Sumbar. Seperti di
Bukittinggi, jumlah hotel di sana bertambah untuk lebih banyak menampung
wisatawan.
Tour de Singkarak di tahun ini memasuki tahun ke-5.
Sebagai salah satu ajang balap sepeda dunia, Tour de Singkarak juga
menjadi ajang untuk mempromosikan destinasi wisata di Sumbar.
Bukittinggi, salah satu destinasi di Sumbar, merasakan dampak positif
ajang balap sepeda ini.
"Bukittinggi merasakan langsung dampak
positif dari Tour de Singkarak," kata Walikota Bukittinggi, Ismet Azis
dalam acara jumpa pers Rapat Koordinasi Tour de Singkarak 2013 di
Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Salah satu aspek wisata di
Bukittinggi yang meningkat adalah hotel. Dengan adanya Tour de Singkarak
dan banyaknya jumlah pengunjung yang datang, jumlah hotel pun
meningkat.
"Seperti hotel, beberapa tahun terakhir hanya ada dua
hotel berbintang. Tapi sekarang sudah bertambah menjadi empat," lanjut
Ismet.
Ismet menambahkan, ada dua hotel bintang 3 dan dua hotel
bintang 2. Lalu, juga ada 40 unit hotel melati dan pondok-pondok wisata
yang dapat ditempati wisatawan.
Selain itu, Ismet pun mengaku
jumlah kunjungan wisatawan ke Bukittinggi meningkat 99 persen pada tahun
lalu. Dengan adanya Tour de Singkarak, aspek-aspek wisata di
Bukittinggi akan terus meningkat.
Tahun ini, Bukittinggi akan
menjadi titik start Tour de Singkarak. Berbagai acara di sana pun akan
menjadi pesta pembuka yang meriah.
"Kita nanti adakan pameran di
pedestrian Jam Gadang, di sini akan ada banyak pernak-pernik Jam Gadang
dan Tour de Singkarak yang dapat dilihat wisatawan. Malamnya sebelum
start, ada pesta kembang api," lanjut Ismet menjelaskan.
Baca Selengkapnya → Hotel di Bukittinggi Bertambah Gara-gara Balap Sepeda
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
Festival-festival Seru di Sumbar Selama 2013
Jakarta - Selain Tour de Singkarak, rupanya Sumbar masih punya
segudang festival wisata seru lainnya. Wisatawan bisa melihat karapan
sapi ala Minang, festival kuliner, dragon boat, dan masih banyak lagi.
Rancak Bana!
Sumatera Barat tidak hanya memiliki hamparan alam
yang cantik. Ranah Minang ini juga mempunyai beragam festival seru yang
dapat didatangi wisatawan. Siap-siap traveling ke Sumbar untuk menyelami
tradisi, budaya, dan kulinernya dalam pagelaran festival yang beragam.
"Acara
yang besar itu adalah Tour de Singkarak di bulan Juni nanti," kata
Kadis Pariwisata Sumatera Barat, Burhasman kepada detikTravel di
Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta, Kamis (7/2/2012).
Burhasman menambahkan, selain
Tour de Singkarak, ada banyak festival budaya lainnya. Ini pun menjadi
daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Sumatera Barat.
"Sejalan dengan Tour de Singkarak, ada Pacu Itik di Payakumbuh bulan Juni nanti," ungkap Burhasman.
Pacu
Itik adalah salah satu acara menarik dari Payakumbuh. Di sini, unggas
jenis itik akan berlomba untuk terbang sejauh mungkin. Biasanya, jarak
yang ditempuh untuk terbang sekitar 200-500 meter.
Selain Pacu
Itik, ada juga Pacu Jawi atau Pacu Sapi ala Minang. Berbeda dengan
Karapan Sapi di Madura yang berlangsung di tanah kering, Pacu Jawi
berlangsung di tanah berlumpur bekas sawah yang telah dipanen penduduk
setempat. Selain itu, Pacu Jawi juga tidak menggunakan tongkat pendek
berujung paku untuk mempercepat lari sapi. Anda pun bisa mengambil
gambar perlombaan ini.
"Pacu Jawi itu Karapan Sapi ala Sumatera Barat, nanti di Tanah Datar bulan September," ungkap Burhasman.
Di
bulan yang sama, ada juga Pekan Budaya di Padang. Di acara tersebut,
Anda bisa mengetahui tentang kebudayaan dan adat istiadat tentang
masyarakat Minang.
Lain lagi bagi pelancong yang ingin mencicipi
beragam kuliner khas Minang. Baiknya Anda berkunjung pada bulan Juli.
"Ada Minang Food Festival di Padang, sekitar bulan Juli," cetus
Burhasman.
"Di bulan Oktober juga ada TIME, Tourism Indonesia Mart Expo," tutup Burhasman.
Jadi, kapan Anda akan traveling ke Sumatera Barat?
Baca Selengkapnya → Festival-festival Seru di Sumbar Selama 2013
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
Indonesia-Australia Perbarui Perjanjian Pelayanan Angkutan Udara
Canberra: Pemerintah Indonesia dan Australia memperbarui perjanjian pelayanan angkutan negara (Air Service Agreement)
yang mengatur secara rinci kapasitas hak angkut, frekuensi dan tipe
pesawat maskapai penerbangan masing-masing negara. Diperbaruinya
perjanjian kedua negara dilakukan setelah jumlah penumpang dari kedua
negara sudah melebihi target.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan Menteri Infrastruktur dan
Transportasi Australia, Antony Albanese menandatangani perjanjian
tersebut di Gedung Parlemen Australia, Canberra, Australia, Kamis (7/2).
"Telah banyak perkembangan di angkutan udara antara Indonesia dan
Australia, jumlah penumpang terus semakin meningkat oleh karena itu
Persetujuan Pelayanan Udara sangat perlu direvisi oleh kedua negara"
kata Menhub seusai penandatanganan.
Turut hadir menyaksikan penandatangan perjanjian tersebut Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat.
Berdasarkan perjanjian yang sama pada 2010, Indonesia dan Australia
menyepakati kapasitas pengangkutan penumpang kedua negara maksimal 10
ribu penumpang per minggu. Namun hingga 2012, kapasitas angkut yang
sudah digunakan Indonesia telah mencapai 12 ribu kursi dan pihak
Australia sudah menggunakan 17.100 kursi.
Dengan adanya perjanjian yang baru, kedua negara sepakat meningkatkan
kapasitas hak angkut dari tiap jurusan dari dan ke empat kota di
Australia, yakni Sidney, Melbourne (termasuk Avalon), Brisbane dan Perth
hingga 25 ribu penumpang per minggu.
Perjanjian tersebut juga menyepakati tambahan 2.500 kursi per minggu
pada tiap tujuan empat kota tersebut. Dengan demikian maskapai
penerbangan kedua negara dapat mengangkut sampai 27.500 penumpang
Persetujuan tersebut membebaskan batasan kapasitas, frekuensi dan
tipe pesawat dari/ke poin lainnya di Australia selain Sidney, Melbourne
(termasuk Avalon), Brisbane dan Perth.
Sementara untuk penerbangan dari dan ke kota lain selain keempat kota
tersebut, tidak terdapat pembatasan kapasitas, frekuensi dan tipe
pesawat.
"Saya mengharapkan agar maskapai penerbangan nasional Indonesia
memanfaatkan pertumbuhan angkutan udara Indonesia Australia dengan
sebaik-baiknya. Sebab masih banyak permintaan dari beberapa kota di
Australia" ditambahkan Mangindaan.
Baca Selengkapnya → Indonesia-Australia Perbarui Perjanjian Pelayanan Angkutan Udara
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
4 Tempat Berburu Oleh-oleh Khas Palembang
Jakarta - Pempek dan songket adalah beberapa cinderamata khas
Palembang yang sering diincar banyak turis. Bingung mencari dimana?
Inilah 4 tempat untuk berburu oleh-oleh khas Ibukota Provinsi Sumatera
Selatan.
Apa rasanya liburan ke Palembang tanpa membawa oleh-oleh
khasnya. Di dalam suvenir, terdapat memori yang bisa mengenang
perjalanan Anda. Biasanya, buah tangan yang selalu dibawa wisatawan dari
Palembang adalah pempek, songket dan aneka aksesori khas Ibukota
Provinsi Sumatera Selatan.
Dikumpulkan detikTravel, Kamis (6/2/2013) inilah 4 tempat yang bisa Anda kunjungi untuk berburu oleh-oleh khas Palembang:
1. Pasar Cinde
Pasar
Cinde adalah pasar tradisional yang terdapat di Jl Jenderal Sudirman,
Palembang, Sumatera Selatan. Ini adalah pasar tradisional yang sudah ada
sejak 1958.
Masuk ke dalam, Anda bisa melihat hiruk-pikuk
kehidupan masyarakat Palembang saat berbelanja, dan tentu saja menemukan
oleh-oleh khas.
"Barang di Pasar Cinde lengkap, ada macam-macam
barang, harganya juga standar," kata salah satu traveler yang pernah
berkunjung ke Pasar Cinde, Putri Sandy kepada detikTravel.
Pasar
Cinde terdiri dari beberapa bagian. Di bagian atas, wisatawan bisa
menemukan berbagai barang keperluan sehari-hari seperti sayur, buah,
ayam dan masih banyak lagi. Di bagian luar ada toko yang menjual
berbagai barang perlengkapan.
Biasanya, pasar ini dikunjungi
traveler yang ingin membeli pempek atau kerupuk khas Palembang sebagai
buah tangan. Ya, bagian dalam pasar terdapat banyak kios yang menjual
oleh-oleh jenis ini.
Jika traveler ingin membawa makanan atau kue
khas Palembang sebagai oleh-oleh, datang saja pada pagi hari. Saat itu
ada banyak penjual kue dan makanan ringan yang menjajakkan barang di
pasar.
2. Pasar 16 Ilir Barat Permai
Selain
Pasar Cinde, tempat belanja lain yang juga bisa turis kunjungi untuk
berburu oleh-oleh adalah Pasar 16 Ilir Barat Permai. Pasar ini berada di
kawasan 16 Ilir, Palembang, tepatnya berada di belakang Ramayana.
Pasar
16 Ilir menjual aneka barang yang bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh. Tak
perlu takut soal harga, karena hampir semua barang dijual secara
grosir. Pas untuk traveler yang ingin membeli cinderamata cukup banyak,
tapi ingin mendapatkannya dengan harga miring.
"Kebanyakan barang
di Pasar 16 Ilir grosiran dan harga memang relatif murah," kata
traveler lain yang pernah datang ke Pasar 16 Ilir, Riki Pahlevi Zain,
kepada detikTravel.
Pasar 16 Ilir diisi oleh ratusan ruko yang menjual aneka barang, termasuk turis yang ingin membeli emas Palembang.
"Banyak toko emas di Pasar 16 Ilir," tambah Riki.
Tak
hanya emas, turis yang datang bisa menjelajah masuk ke dalam pasar dan
menemukan tas, dompet, atau pun sarung khas Palembang. Yang tak kalah
penting, Anda juga bisa menemukan songket Palembang yang sudah terkenal
kualitasnya.
"Kalau songket harganya variatif, ada yang ratusan
ribu, ada yang jutaan, tergantung," kata traveler Putri Sandy yang juga
pernah datang ke pasar ini.
3. Pempek Candy
Nah,
ini dia oleh-oleh wajib yang tidak boleh dilupakan pelancong saat
traveling ke Palembang, yaitu pempek. Ya, traveling ke Palembang tanpa
membawa pempek sebagai buah tangan memang tidak lengkap.
Ada
banyak tempat untuk mendapatkan pempek khas Palembang, tapi yang paling
ramai dan banyak dikunjungi turis adalah Pempek Candy. Pempek Candy
adalah toko pempek yang berada di Jl Jenderal Sudirman No 21.
"Di
sini jual pempek adaan, telur kecil, telur besar, lenjer panjang,
kulit," kata salah satu pegawai Pempek Candy, Fenni saat dihubungi
detikTravel.
Tak hanya pempek, toko ini juga menjual makanan lain khas Palembang seperti tekwan, model dan aneka pindang.
"Kalau
pempek satuannya mulai Rp 3.000/buah, tekwan dan model Rp
12.000/mangkuk, dan pindang-pindangan Rp 25.000-32.500/buah," lanjut
Fenni.
Pempek yang dijual Pempek Candy bisa Anda bawa pulang dan
bisa bertahan hingga 1 minggu di dalam freezer. Jika tidak berada di
freezer, pempek ini bisa bertahan hingga 2 hari.
Asyiknya, wisatawan yang datang tidak hanya bisa membawa pulang makanan ini sebagai oleh-oleh, tapi juga makan langsung di sana.
"Di
sana tuh penyajiannya kaya makanan di rumah makan Padang, tapi yang
disajikan aneka jenis pempek, ada lenjer, kapal selam, kulit,
macam-macam deh," kata Putri Sandy yang mengaku selalu mampir ke Pempek
Candy saat datang ke Palembang.
4. Outlet Nyenyes Palembang
Kalau
pempek tidak cukup sebagai oleh-oleh, turis juga bisa membeli suvenir
lain yang tentu masih bernuansa Palembang, seperti kaus, stiker, atau
gantungan kunci. Salah satu outlet yang menjual aneka suvenir jenis ini
adalah Outlet Nyenyes Palembang.
Outlet ini bisa Anda temui di Jl
Jenderal Sudirman no 1080. Barang yang diincar adalah kaus. Beragam
kaus bertuliskan atau bergambarkan hal yang identik dengan Palembang
bisa Anda dapatkan di sini.
Tak perlu takut soal kualitas dan
model, barang-barang yang dijual Outlet Nyenyes mengikuti zaman.
Beberapa kaus yang dijual di antaranya bertuliskan "Emang Gue
Palembang", "Wong Kito Galo," dan bergambar Jembatan Ampera yang menjadi
ikon kota.
Harga pun bervariasi. Biasanya, untuk satu kaus bergambarkan ikon Palembang dikenai harga Rp 85.000/buah. Tertarik?
Baca Selengkapnya → 4 Tempat Berburu Oleh-oleh Khas Palembang
Diposkan oleh
Ruly Abdillah Ginting
Oleh: Bhakti Dharma MT.
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan, mengabulkan permohonan dari
perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation
(ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia, selaku operator maskapai
penerbangan Batavia Air. Majelis menyatakan Batavia Air memenuhi syarat
untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang
Kepailitan. Atas putusan ini, pihak Batavia Air masih menyatakan
pikir-pikir apakah menerima atau tidak dan mengajukan kasasi.
Sebenarnya
pihak ILFC telah mencabut gugatannya sebelum putusan dibacakan oleh
majelis hakim, namun pihak Batavia Air menyatakan keberatan karena
pencabutan dilakukan di saat persidangan telah memasuki babak akhir,
yakni menjelang putusan. Pihak Batavia menyatakan adanya gugatan pailit
ini sudah membuat nama baiknya tercemar dan merusak kepercayaan publik.
Seperti diketahui, IFLR melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air
karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012
yang mencapai 4,68 juta dolar AS. Utang tersebut berasal dari kewajiban
pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan
pembayaran. Permohonan pailit didaftarkan ke Pengadilan Niaga.
Batavia Air, terpaksa harus menerima vonis pailit dari Pengadilan Niaga
Jakarta Pusat, Rabu (30/1). Kesulitan likuiditas membuatnya bangkrut,
sehingga tak mampu membayar utang jatuh tempo ke International Lease
Finance Corporation (ILFC), pihak yang menyewakan pesawat ke Batavia.
Maskapai milik pengusaha asal Pontianak ini pun harus menghentikan
seluruh operasionalnya.
Dua tahun lalu, juga di bulan Januari, Mandala Airlines menghadapi
persoalan serupa, dipailitkan oleh PN Jakarta Pusat. Beruntung, maskapai
yang manajemennya pernah bekerja sama dengan Singapore Airlines itu
diselamatkan oleh Grup Saratoga, meski hadir kembali dengan perampingan
rute. Tercatat ada 13 maskapai di Indonesia yang harus "terkubur" karena
tak mampu bersaing di bisnis penuh kompetisi dan padat modal ini.
Kita tentu ingat Sempati Ar yang begitu fenomenal milik Tommy Soeharto
yang bangkrut pada Juni 1998. Juga beberapa maskapai berskala lebih
kecil, seperti Adam Air, Bouraq Airline, Indonesia Airline milik
keluarga Gus Dur, Jatayu, Star Air, Celebes, Riau Airline, dan Seulawah
Air yang harus mengadangkan pesawat mereka. Kebangkrutan Batavia Air
dan Mandala Airlines adalah sebuah ironi di tengah bisnis penerbangan di
Indonesia yang tengah booming. Pertumbuhan jumlah penumpang rata-rata
mencapai 17% dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu jumlah penumpang pesawat udara menembus 70 juta dan tahun
2015 diprediksi mencapai 100 juta orang. Pertumbuhan ekonomi nasional
yang tinggi, kenaikan kesejahteraan dan daya beli masyarakat, serta
pertumbuhan kelas menengah yang agresif menjadi faktor utama meledaknya
bisnis penerbangan. Tarif murah yang ditawarkan maskapai dengan konsep
low cost carrier (LCC) membuat banyak orang berpindah dari moda
transportasi darat dan kereta api ke pesawat udara.
Pemicu Kebangkrutan
Dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan, semestinya kue
bisnis penerbangan cukup untuk dibagi oleh 19 penerbangan berjadwal yang
saat ini eksis. Karena itu, tumbangnya Batavia dan maskapai-maskapai
sebelumnya ibarat tikus mati di lumbung padi. Dari sejumlah analisis
yang mencuat, kebangkrutan maskapai selama ini dipicu oleh beberapa
hal. Pertama, umumnya maskapai tersebut milik keluarga yang manajemennya
sering kurang profesional dan kurang transparan. Kedua, fundamental
keuangan kurang solid.
Ketiga, banyak maskapai yang kemudian terlalu ekspansif, bahkan
melenceng dari bisnis inti. Faktor keempat adalah dari eksternal,
terutama harga bahan bakar avtur yang dalam satu dekade ini cenderung
tinggi dan tidak stabil. Meski potensi bisnis penerbangan sangat besar,
kita tahu bahwa tingkat kompetisinya begitu ketat.
Dalam kondisi di luar peak season, maskapai cenderung perang tarif dan
banting harga. Maskapai yang bermodal kuat, didukung armada yang besar
dan manajemen yang solid lah yang akan memenangi persaingan.
Di segmen LCC, kita menyaksikan agresivitas Lion Air dan Air Asia, dan
kini dibayangi oleh Citilink Garuda. Rontoknya sejumlah maskapai menjadi
sinyal bahaya bagi maskapai nasional lainnya yang bermodal cekak. Bukan
tidak mungkin bakal ada maskapai lain yang menyusul jadi korban. Dalam
hal kebangkrutan maskapai, calon penumpang yang sudah telanjur membeli
tiket sangat dirugikan. Terlebih lagi sekarang banyak maskapai yang
menawarkan tiket untuk penerbangan enam bulan hingga setahun ke depan.
Dalam konteks itu, kontrol dari otoritas penerbangan menjadi penting.
Kementerian Perhubungan harus secara rutin mengaudit kondisi internal
maskapai.
Asosiasi perusahaan penerbangan (Inaca) juga bisa menjadi pengawas.
Bahkan jika perlu, maskapai wajib melaporkan kondisi keuangan kepada
otoritas, meski perusahaan tersebut belum go public. Hal ini perlu
karena kondisi internal yang buruk dapat mengganggu pelayanan dan
kinerja awak pesawat, yang dapat membahayakan keselamatan penumpang.
Selain kompetisi di dalam negeri, sebentar lagi maskapai penerbangan
nasional harus bertarung dengan maskapai asing seiring penerapan open
sky, yang diawali di tingkat Asean mulai 2015.
Persiapan Matang
Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia akan menjadi ajang pesta
pora bagi maskapai asing yang didukung permodalan kuat dan manajemen
yang solid. Tanpa persiapan yang matang, liberalisasi penerbangan itu
akan melindas maskapai di dalam negeri yang sebagian masih lemah. Hal
ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberikan proteksi
secara cerdas, karena banyak negara yang juga membatasi akses bagi
maskapai asing.
Selain itu, belakangan ini industri penerbangan di tanah air juga banyak
yang mengalami masalah. Lihat saja misalnya dalam hal pelayanan, banyak
pelayanan maskapai penerbangan yang sudah mulai semakin memburuk. Kalau
dulu penerbangan masih menjadikan para penumpang seperti raja, namun
kini pelayanan itu sudah berubah dengan mengabaikan hak-hak para
penumpang. Tidak jarang penumpang telantar karena jadwal penerbangan
yang tidak tepat waktu.
Sementara ketika penumpang yang terlambat dalam hal keberangkatan, pihak
maskapai begitu mudah membatalkan tiket atau penerbangan penumpangnya.
Hal ini jelas merupakan bentuk ketidakadilan yang dijalankan oleh
maskapai penerbangan. Semua kondisi ini juga menunjukkan bahwa betapa
tanda-tanda kebangkrutan penerbangan kita sudah mulai muncul ke
permukaan. Disini dibutuhkan pengawasan langsung dari pemerintah. ***
Penulis adalah peminat masalah hukum dan social kemasyarakatan, aktif di KomPedan Medan.
Baca Selengkapnya → Pailit Batavia dan Rontoknya Industri Penerbangan Kita