Eks TKI Bagikan Tips agar Aman dari Pemerasan Oknum di Bandara

Jakarta - Isu ramai pendatan TKI secara paksa di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, diduga sebagai ajang pungutan liar menyeruak. Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) Nuryati Solapari membagikan tips agar para TKI yang hendak pulang maupun calon TKI bisa waspada dan mengantisipasi.
"Sebelum berangkat kan biasanya informasi sudah ada, kita biasanya cerita-cerita kalau di bandara itu begini-begini. Itu bisa dijadikan sebuah antisipasi buat kita karena pasti kita kembali ke Indonesia," jelas Nuryati saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/1/2013).
Berikut tips yang dibagikan perempuan yang kini menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini dalam perbincangan dengan detikcom.
1. Bawa Uang Rupiah dalam Jumlah Terbatas
"Sebelum berangkat ke Indonesia, saya sudah tahu. Saya nggak bawa uang dalam bentuk riyal atau dollar. Sebelum pulang uang saya kirim ke rekening saya dulu. Saya pegang uang rupiah. Saya sengaja menyisakan Rp 125 ribu," jelas Nuryati.
2. Jangan Terlalu Royal pada Pemberi Jasa
"Ternyata betul. Oknum-oknum di bandara itu menganggap TKI itu banyak uangnya. Saya kan pada saat mau ambil troli saya minta angkatin barang, dimintain uang. Saya kasih Rp 20 ribu, eh dia marah-marah dan bilang, 'TKI pelit amat cuma kasih Rp 20 ribu'," jelas Nuryati.
Nuryati mengatakan, banyak rekan-rekan TKI yang tidak enak bila tidak memberikan uang. Sebenarnya tidak masalah memberikan uang jasa, asal jangan terlalu royal.
"Jangan terlalu royal, harus dipikirkan kembali kita kerja di sana bagaimana, sehingga orang lain tidak anggap gampang," imbuhnya.
3. Waspada
Nuryati mengimbau pada TKI untuk selalu waspada. Bila hendak naik kendaraan setibanya di bandara, sebaiknya memperhatikan ciri-ciri fisik pengemudi dan kendaraannya.
4. Jangan Berpenampilan Berlebihan
"Jangan berpenampilan berlebihan. Biasa-biasa sajalah," jelas dia.
5. Kontak Keluarga Bila akan Pulang
"Sebelum pulang, kita kontak keluarga. Misalnya, saya pulang kapan, mendarat jam sekian, estimasi sampai rumah jam sekian dan kroscek kembali," tuturnya.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment