Penerbangan ke Indonesia Timur bakal semakin ramai\

Sektor penerbangan dalam negeri termasuk salah satu sektor bisnis yang tumbuh cukup positif. Maskapai penerbangan baik asing maupun nasional, melakukan ekspansi besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan sarana transportasi udara.
Industri penerbangan seolah tidak terpengaruh dampak krisis ekonomi dunia yang masih diliputi ketidakpastian. Pertumbuhan penerbangan dalam negeri semakin kencang. Frekuensi penerbangan Indonesia terus meningkat.
Data Kementerian Perhubungan menyebutkan, izin penggunaan frekuensi penerbangan yang dikeluarkan sepanjang 2011 tercatat mencapai 1.233 perizinan. Padahal, setahun sebelumnya hanya 260 perizinan.
Sejalan dengan itu, maskapai penerbangan pun berbondong-bondong menambah jadwal penerbangan sekaligus memperlebar sayap dengan pembukaan rute-rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.
Sepanjang 2012, setidaknya ada tambahan 27 rute penerbangan baru di Indonesia. Data Kemenhub menyebutkan, pada 2011, rute penerbangan komersial domestik hanya 222 rute. Jumlah ini bertambah menjadi 249 rute pada tahun lalu.
Tahun ini, Kementerian Perhubungan menawarkan 30 rute penerbangan baru. Yang menarik, rata-rata mengarah dan terpusat di wilayah timur Indonesia. Untuk rute jarak pendek semisal dari Ambon menuju beberapa kota besar di wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Jayapura, Gorontalo, Manado.
Ada pula yang dari Gorontalo menuju Ternate dan Jayapura, Kendari ke Palu, Fak-Fak ke Manokwari. jayapura menuju Sorong, Manokwari menuju Timika, Nabire, dan rute pendek lain di wilayah timur Indonesia.
Tidak hanya jarak pendek, pembukaan rute baru juga untuk jarak panjang dari wilayah barat Indonesia menuju wilayah timur. Sebut saja dari Yogyakarta yang langsung menuju Sorong dan Manado. Atau dari Makassar menuju Medan, Solo, dan Semarang. Banda Aceh menuju Batam, dan rute-rute lainnya.
Tidak heran jika banyak rute penerbangan baru yang ditawarkan dari dan ke wilayah timur Indonesia. Sebab, pemerintah tengah mengembangkan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.
"Iya memang banyak yang di wilayah Timur," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti kepada merdeka.com, Senin (28/1) malam.
Pada dasarnya, kata dia, tawaran rute baru tersebut tidak hanya terfokus di wilayah timur Indonesia. "Ke seluruh Indonesia. Wilayah timur juga," katanya.
Nantinya, pemerintah akan menawarkan rute-rute tersebut ke maskapai-maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. "Ya nanti ditawarkan ke mereka. Silahkan mereka memilih rute-rute yang kita siapkan," ucapnya.
Pengamat ekonomi Aviliani melihat, makin banyaknya frekuensi dan rute penerbangan di dalam negeri disinyalir tidak lepas dari peran membaiknya kondisi ekonomi nasional yang mendorong makin lebarnya kelompok kelas menengah.
Maskapai pun diyakini sudah mulai bersiap-siap untuk ekspansi besar-besaran dengan pembukaan rute-rute baru tersebut. Salah satunya dengan memperkuat armadanya.
"Permintaan kita meningkat karena permintaan kelas menengah meningkat, pembukaan 130 rute baru itu pasti mendorong ekspansi maskapai dengan membeli pesawat baru dari luar negeri," kata Aviliani.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment